Melengkapi rangkaian perangkat ultrabook yang mumpuni untuk para konten kreator, ASUS secara resmi memperkenalkan perangkat terbaru yang diperuntukan untuk para insan kreatif. Diberi nama ASUS ZenBook Pro UX550, notebook ini secara khusus dipersiapkan untuk mereka para kreator konten terutama yang berkutat dalam ranah videografi.

ASUS ZenBook Pro UX550 adalah ultrabook berbasis sistem operasi Windows 10 Pro yang ramping untuk ukuran laptop berkemampuan tinggi guna melakukan video editing. Terdapat dukungan prosesor terkuat berbasis Intel Quad Core i7 generasi ke-7 dan kartu grafis Nvidia GTX seri 10 yang didesain secara khusus untuk kebutuhan olah grafis tinggi bahkan hingga 3D gaming.

Ramping, Dingin, Performa Tinggi

Benjamin meyakinkan, performa yang dapat diberikan oleh ASUS ZenBook Pro UX550 sangatlah tinggi, dan ini bukanlah sekadar klaim semata. Pertama, karena di dalamnya telah tersemat kartu grafis gaming yakni hingga Nvidia Pascal GTX1050Ti dengan video memori GDDR5 sebesar 4GB.

“Anda yang memperhatikan perkembangan notebook gaming ASUS, tentu mengetahui komponen grafis ini adalah chip yang biasanya ada di pada lini notebook gaming ROG,” kata Ben. “Dengan meletakkannya pada ZenBook, kami ingin mengombinasikan dua aspek yakni portabilitas dan performa yang tinggi, dan ini berhasil kami raih pada ZenBook Pro,” Benjamin menambahkan.

asus 1

ASUS ZenBook Pro UX550 menggunakan bodi berbahan metal yang kokoh dan premium. Ada logo ASUS yang akan menyala ketika notebook dihidupkan. Tidak hanya itu Anda pun akan dibuat nyaman ketika mengetik karena keyboardnya menyala telah memiliki travel distance sebesar 1,5 mm, yang juga mempunyai fingerprint sebagai fitur keamanan.

Tidak hanya itu, spesifikasi penting lainnya yakni prosesor yang sudah menggunakan Intel Core i7- 7700HQ berkecepatan 2,8GHz yang bisa ditingkatkan hingga 3,8GHz. Prosesor quad-core bertenaga ini juga mendukung Hyper-Threading Technology sehingga mampu mengerjakan 8 tugas sekaligus. Soal pendinginan, ASUS menempatkan dua buah fan dengan 3 heatpipe untuk mendinginkan komponen CPU dan juga GPU.

“Persoalan panas biasanya menjadi masalah utama yang dikhawatirkan seseorang pada perangkat ultrabook yang tipis,” ujar Ben. “Namun ASUS menjamin meski dibuat dengan bodi yang slim, ZenBook Pro tidak akan mengalami panas yang berlebihan berkat dual fan dan tiga heatpipe di dalamnya,” ujar Benjamin lagi.

Dari sisi memori utama, ia menggunakan RAM DDR4 2400MHz sebesar 16GB. Kapasitas ini sudah lebih dari cukup untuk mendukung kerja kreatif yang dilakukan penggunanya. Adapun untuk kapasitas penyimpanan, ASUS memasangkan SSD berbasis PCIe berkapasitas lega, hingga 1TB yang memiliki kecepatan 3 kali lebih cepat dibandingkan dengan SATA SSD. Penyimpanan berbasis PCIE SSD akan sangat terasa manfaatnya saat dioperasikan karena sangat cepat dan handal.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here