Cara Dasar Membuat Aplikasi Untuk Pemula Menggunakan Android Studio Tanpa Ribet

0

androidStudio

Saat ini sudah banyak individu maupun organisasi yang melakukan pengembangan aplikasi, baik itu aplikasi baru maupun aplikasi yang sudah ada lalu dikembangkan.

Sekarang pun sudah banyak aplikasi android yang berfungsi sebagai pembuat aplikasi android, seperti android studio. Android studio merupakan sebuah development yang berfungsi sebagai pengembang aplikasi android. aplikasi banyak digunakan karena banyak kelebihannya, seperti :

  • Instant Run
    Instant Run adalah fitur baru Android Studio yang memungkinkan untuk melakukan compile dan run program menjadi lebih cepat.
  • Code Editor Pintar
    Android Studio merupakan code editor yang pintar. Hal ini dikarenakan Android Studio memiliki fitur auto completion yaitu menampilkan saran code yang ingin kita ketikkan.
  • Sistem build yang Handal dan Fleksibel
    Pada fitur ini, para pembuat program dimanjakan dengan kemudahan dalam melakukan build aplikasi Android.
  • Dapat membuat aplikasi untuk semua perangkat Android
    Dengan Android Studio, kita tidak hanya bisa membuat aplikasi yang diperuntukkan untuk perangkat Handphone. Kita juga dapat membuat aplikasi Android yang berjalan di Smartwatch, Tablet, Android TV dan Android Auto.

Kali ini Tim Futureloka berkesempatan untuk membahas mengenai Cara Dasar Membuat Aplikasi Untuk Pemula Menggunakan Android Studio Tanpa Ribet. Berikut ulasannya :

Android Studio


Tampilan utama Android Studio terdiri dari beberapa bidang logika yang diidentifikasi dalam gambar 3.

Gambar 3. Jendela utama Android Studio.

  1. Bilah alat memungkinkan Anda untuk melakukan berbagai jenis tindakan, termasuk menjalankan aplikasi dan meluncurkan alat Android.
  2. Bilah navigasi membantu Anda bernavigasi di antara proyek dan membuka file untuk diedit. Bilah ini memberikan tampilan struktur yang terlihat lebih ringkas dalam jendela Project.
  3. Jendela editor adalah tempat Anda membuat dan memodifikasi kode. Bergantung pada jenis file saat ini, editor dapat berubah. Misalnya, ketika melihat file tata letak, editor menampilkan Layout Editor.
  4. Bilah jendela alat muncul di luar jendela IDE dan berisi tombol yang memungkinkan Anda meluaskan atau menciutkan jendela alat individual.
  5. Jendela alat memberi Anda akses ke tugas tertentu seperti pengelolaan proyek, penelusuran, kontrol versi, dan banyak lagi. Anda bisa meluaskan dan juga menciutkannya.
  6. Bilah status menampilkan status proyek Anda dan IDE itu sendiri, serta setiap peringatan atau pesan.

Fitur Android Studio

Secara default, Android Studio menyiapkan proyek baru untuk diluncurkan ke Emulator atau perangkat fisik hanya dengan beberapa klik. Dengan Instant Run, Kita bisa mendorong perubahan ke metode dan sumber daya aplikasi yang sudah ada ke aplikasi yang berjalan tanpa membuat APK baru, sehingga perubahan kode terlihat langsung.

Untuk membuat dan menjalankan aplikasi yang kita buat berjalan sempurna atau tidak , klik Run. Android Studio membuat aplikasi kita dengan Gradle, Gradle ini meminta kita untuk memilih target penerapan (emulator atau perangkat yang terhubung), dan kemudian menerapkan aplikasi kita kesana ke sana. Anda bisa menyesuaikan beberapa perilaku default ini, seperti memilih target penerapan otomatis,menurut saya pribadi dengan adanya Android studio mempermudah untuk membuat aplikasi android tanpa harus mahir koding terlebih dahulu,saya saran kan untuk pemula memakai android studio ini.

Android Studio adalah Lingkungan Pengembangan Terpadu – Integrated Development Environment (IDE) untuk pengembangan aplikasi Android, berdasarkan IntelliJ IDEA . Selain merupakan editor kode IntelliJ dan alat pengembang yang berdaya guna, Android Studio menawarkan fitur lebih banyak untuk meningkatkan produktivitas Anda saat membuat aplikasi Android, misalnya:

  • Sistem versi berbasis Gradle yang fleksibel
  • Emulator yang cepat dan kaya fitur
  • Lingkungan yang menyatu untuk pengembangan bagi semua perangkat Android
  • Instant Run untuk mendorong perubahan ke aplikasi yang berjalan tanpa membuat APK baru
  • Template kode dan integrasi GitHub untuk membuat fitur aplikasi yang sama dan mengimpor kode contoh
  • Alat pengujian dan kerangka kerja yang ekstensif
  • Alat Lint untuk meningkatkan kinerja, kegunaan, kompatibilitas versi, dan masalah-masalah lain
  • Dukungan C++ dan NDK
  • Dukungan bawaan untuk Google Cloud Platform, mempermudah pengintegrasian Google Cloud Messaging dan App Engine

Sebelum melakukan pengoperasian terhadap Android Studio. Ada beberapa bagian yang musti para pengguna pahami, yaitu :

1. Layout

Sama seperti eclipse, layout di android dibedakan menjadi 2, yaitu design dan text, secara default pada saat dibuka layout xml di android studio menggunakan mode design, tapi Kamu bisa mengubah ke mode text, sehingga terlihat source code dari text XML nya.android-studio-text-editor-768x396 (1)

2. Struktur Folder

Struktur folder pada Android Studio seperti berikut.
Terdapat folder .idea, app, gradle dan file – file yang ada diroot folder. Folder app/ adalah folder utama pada aplikasi android, didalamnya akan seperti ini.

android-studio-struktur-folder
Pada folder build sepertti gen/ di eclipse, isinya file-file hasil generate dari IDE, jadi tidak perlu diubah-ubah isi folder tersebut. Kemudian folder libs/ sama seperti di eclipse. Jika Kamu menggunakan library dalam bentuk .jar maka tempatkan difolder libs. Selanjutnya folder src/. src adalah folder dimana tersimpan source java dan layout dalam bentuk XML, secara default android studio akan mengenerate dua folder yaitu, androidtest dan main. Folder androidtest adalah folder khusus UnitTest, jika kamu belum paham, fokus saja pada folder main,karena source dan resource terletak difolder tersebut.

folder-app-android-studio

3. Gradle

Yang baru di Android Studio adalah gradle, sebuah featured build automation. File Gradle berisi library yang digunakan, versi aplikasi, signed key properties,lokasi repository dll. File yang akan sering kita ubah adalah file build.gradle yang berada dalam folder app/ berikut ini.android-studio-build.gradle-768x273

Kita dapat lihat, file ini berisi pengaturan untuk versi sdk yang di compaile, build version yang digunakan, nama paket aplikasi, minSDK yang digunakan, versioncode, versionname dan dependencies yang digunakan.

Membuat Project Android Sederhana di Android Studio

1. Download Android studio

Untuk mendownload android studio versi terbaru, saya saran kan mendownload di link berikut ini. http://developer.android.com/

2. Create Project

Inilah tampilan awal Android Studio setelah diload.
android-studio1-300x228

Klik start a new Android Studio Project untuk membuat project android baru,
Kemudian penamaan aplikasi dan package seperti gambar dibawahmembuat-project-android-di-android-studio-300x181pada bagian penentuan build target, jika di eclipse ada bagian dimana user menentukan build target sedangkan di android studio hanya menentukan minimum SDK.minimum-sdk-android-studio-300x181

Selain itu di android studio membuat apps dapat juga di build untuk Android TV, wear dan glass.

Pada saat pemilihan Add an activity to mobile,pilih blank activity.
Setelah itu pada choose optional for your new file, klik Finish

3. Tampilan Awal

Inilah tampilan awal setelah setting properties project tadi. Aplikasi android ini akan menampilkan Hello World.Project-AndroidStudioProjects-MyApplication-Android-Studio1-0-1-768x409

Cara Menghubungkan Android Studio dengan Bluestack

Sering banyak mengeluh dengan Android emulator dari eclipse karena emulator berjalan sangat lambat dan berat, hal ini terjadi juga pada android studio. Disaran kan menggunakan genymotion, android virtual box, dan bluestack. Kali ini kami akan menggunakan bluestack dalam tutorial ini.

1. Buka bluestack
Dalam tutorial ini saya menggunakan BlueStacks App Player 0.9.4.4078 dapat download di link berikut ini.
BlueStacks App Player 0.9.4.4078.zip

2. Di Android Studio , Klik Android Device Manager.Android-Device-Manager

3. Klik Emulator dan klik Screen Capture untuk mengecek emulator kita.
4. klik Run untuk mencoba menjalan aplikasi androidrun-android-studio

5. Pada Choose Device, pilih emulator bluestack yang kita hubungkan tadi, Setelah Klik OKchoose-Device-android-studio

6. Aplikasi Android Anda sudah terinstall di bluestack

Android-bluetack-emulator-android-studio

Demikianlah artikel mengenai Cara Dasar Membuat Aplikasi Untuk Pemula Menggunakan Android Studio Tanpa Ribet yang dapat Tim Futureloka sampaikan, semoga bermanfaat. Dengan adanya aplikasi ini, akan membuat orang dapat menguasai kemampuan untuk membuat bahkan mengembangkan aplikasi sesuai kreasi mereka. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here