Kafe identik dengan tempat untuk menikmati secangkir kopi dan menjadi tempat nongkrong bersama teman-teman. Namun siapa sangka, tempat ‘kongkow’ ini ternyata bisa menjadi opsi untuk melakukan kegiatan yang produktif, termasuk bekerja. BBC bahkan menangkap beberapa fakta menarik terkait bekerja dari kafe dalam artikel berjudul “Why you’re more creative in coffee shops”. Salah satunya, bekerja dari kafe ternyata bisa menghadirkan inspirasi pada berbagai kepentingan pekerjaan individu yang berbeda-beda.

Saat ini, tren bekerja dari kafe pun sedang meningkat dilakukan oleh masyarakat belakangan ini karena kondisi yang masih diselimuti ancaman wabah COVID-19 dua tahun terakhir ini memaksa para pekerja untuk tidak berkumpul di kantor. Sebagai gantinya, sejumlah masyarakat memilih kafe sebagai alternatif untuk bekerja dengan ambiens yang berbeda, setelah mengalami kebosanan bekerja dari rumah.

Terkait tren ini, Lisa Mufrisno, Head of People Strategy, Org Culture & Employer Branding DANA Indonesia mengatakan bahwa kebutuhan untuk berinteraksi dengan manusia lainnya sangatlah dibutuhkan setelah hampir dua tahun ini para profesional bekerja dari rumah. Selain itu, pandemi juga telah membawa perubahan pada culture working arrangement dimana perusahaan memberi otonomi dan fleksibilitas untuk bekerja dari mana saja. “Millennial dan Gen Z sebagai dominasi angkatan kerja adalah yang paling mampu memanfaatkan kefleksibilitasan ini secara optimal. Jadi wajar saja bila working from anywhere termasuk kafe menjadi tren. Mereka bahkan janjian untuk bekerja secara komunal dari satu kafe ke kafe lainnya. Tentu kafe dengan konsep open space atau terbuka,” tambah Lisa.

Meski demikian, bekerja dari kafe juga memiliki tantangan tersendiri yang perlu diatasi. Salah satunya adalah berkurangnya kenyamanan dalam bekerja karena banyaknya distraksi. Layaknya tempat umum, distraksi yang ada saat bekerja dari kafe dapat berasal dari suara sekitar seperti alunan musik hingga suara percakapan pengunjung lain. Hal ini dapat mengganggu kenyamanan bekerja terlebih saat harus tetap menghadiri rapat atau sekedar berkomunikasi secara virtual dengan mitra kerja kapanpun dibutuhkan.

Margaret Ang, Managing Director Jabra, ASEAN mengatakan bahwa sistem bekerja darimana saja sudah tidak lagi dapat dihindari. “Bahkan banyak perusahaan kini menerapkan WFA (Work from Anywhere) untuk jangka waktu yang lama hingga selamanya. Untuk itu, perusahaan perlu juga memikirkan infrastruktur yang dapat menunjang produktivitas karyawan mereka. Salah satunya adalah berinvestasi pada perangkat kerja jarak jauh yang mendukung,” ujar Margaret.

Margaret menambahkan dinamika bekerja pada kenormalan baru ini membuat perusahaan perangkat teknologi termasuk Jabra semakin terpacu untuk menghadirkan produk yang menjawab tantangan baru ini. “Demi mendukung kenyamanan masyarakat dalam bekerja dimanapun termasuk di kafe, Jabra menghadirkan Jabra Evolve2 75, sebuah produk pertama dari lini Jabra Evolve dengan inovasi terkini Jabra yakni Advanced Active Noise Cancellation (ANC) yang bisa meminimalisir suara-suara bising di sekitar anda,” kata Margaret. Dengan Jabra Evolve2 75 ini, Margaret mengatakan kenyamanan pengguna akan tetap terjaga karena seperti  bekerja di ruang privat yang tenang dan kedap suara. Terkait dengan daya tahan baterai, pengguna pun tidak perlu khawatir karena sebagai headset nirkabel Jabra Evolve2 75 memiliki kapasitas baterai 18 jam dalam kondisi fitur ANC yang aktif. Adapun inovasi pengisian ulang dayanya pun dapat memberikan daya empat jam hanya dalam 15 menit pengisian ulang.

Margaret menambahkan, Jabra Evolve2 75 memang dirancang khusus bagi pengguna pada era remote office saat ini. “Kejernihan suara yang dari Jabra Evolve2 75 juga dirasakan langsung oleh lawan bicara. Hal ini akan membuat komunikasi mengenai pekerjaan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun tanpa mengurangi kualitas yang dibutuhkan. Sehingga bekerja dari kafe tidak menjadi kendala bagi para pekerja remote office,” kata Margaret.

Menurut Margaret, memberikan kekedapan suara amat krusial ketika pengguna harus berkomunikasi dengan rekan kerja. Meski begitu, bukan berarti pengguna Jabra Evolve2 75 akan seperti berada di ruang kedap suara terisolir selama menggunakan perangkat ini. Ada kalanya pengguna perlu melakukan briefing dengan rekan yang menemani anda di tempat atau sekedar memesan kopi tambahan. “Cukup menekan tombol Hearthrough yang terletak di tombol Sounds modes pada penutup telinga bagian kiri maka pengguna akan kembali bisa mendengar suara dari luar. Menghidupkan dan mematikan fitur ini cukup dilakukan dengan sekali klik tombol saja,” ujar Margaret.

Tidak hanya kekedapan suara saja, Jabra Evolve2 75 juga dilengkapi dengan teknologi 8 mikrofon superior beamforming yang mendukung audio jernih untuk disampaikan kepada lawan bicara pengguna. Seperti yang diketahui dengan tren remote working seperti saat ini, rapat maupun briefing pekerjaan bisa dilakukan kapan saja tanpa terjadwal seperti dahulu kala. Hal ini dapat menjamin pesan yang ingin disampaikan akan diterima dengan baik. Adapun untuk bisa menunjang meeting dengan durasi yang lebih lama, Jabra Evolve2 75 juga dilengkapi dengan teknologi dual-foam yang unik untuk memberikan pengguna penutup telinga ergonomis serta desain bantalan telinga berbahan dasar kulit sintetis yang mereduksi timbulnya rasa pegal di telinga. “Dengan desain yang ergonomis, pengguna dapat tetap nyaman menggunakan perangkat ini selama berjam-jam,” tambah Margaret. Ventilasi telinga pun disempurnakan untuk mengurangi tekanan di bagian telinga untuk memastikan kenyamanan terbaik bagi pengguna.

Margaret mengatakan Jabra Evolve2 75 bukan hanya sekedar headset penunjang pekerjaan semata. “Penampilan pengguna juga mendapat dukungan yang baik karena headset ini memiliki desain yang keren dan futuristik. Ada dua pilihan warna yaitu hitam dan beige yang cocok dipadukan dengan segala perangkat baik ponsel maupun laptop anda dan kompatibel dengan software meeting, musik, dan video apa saja,” tutupnya.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here