Sebuah studi yang diterbitkan oleh Sleep Health, jurnal medis dari National Sleep Foundation, menunjukkan bahwa Galaxy Watch4 berpotensi untuk digunakan mengukur Obstructive Sleep Apnea (OSA). Studi ini menemukan bahwa pelacak yang dikenakan di pergelangan tangan, seperti Galaxy Watch4, akurat dalam mengukur kadar oksigen secara kontinyu pada pasien percobaan, memungkinkan peneliti untuk melakukan screening OSA dengan menganalisis data yang dikumpulkan dari Galaxy Watch4.

Gambaran Penelitian

  • Tim peneliti gabungan di Samsung Medical Center[1] dan Samsung Electronics membandingkan pengukuran SpO2 Galaxy Watch4 dengan metode pelacakan tidur tradisional, termasuk pengukuran SpO2 polisomnografi (PSG) dan tingkat apnea tidur yang digunakan dalam kedokteran tidur.
  • Studi ini memantau 97 orang dewasa[2], dengan gangguan tidur dari usia 13-44 tahun. Peserta diklasifikasikan dengan OSA normal, ringan, sedang, atau berat[3].
  • Peneliti secara bersamaan mengukur SpO2 menggunakan Galaxy Watch4 dan sistem tradisional yang diletakkan di ujung jari. Temuan dari kedua metode diselaraskan, membuktikan Galaxy Watch4 secara akurat mengukur saturasi oksigen selama tidur dan dapat digunakan untuk menyaring OSA.
  • Studi ini menyimpulkan bahwa Galaxy Watch4 dapat membantu mengatasi biaya tinggi dan persyaratan di rumah sakit yang terkait dengan alat pengukuran tradisional dengan memantau pola tidur harian langsung dari perangkat wearable.

Bagaimana Galaxy Watch4 mengukur oksigen darah (SpO2)

  • Reflectance pulse oximeter module di Samsung Galaxy Watch4 – terletak di bagian bawah perangkat yang dapat dikenakan dan langsung menyentuh kulit – digunakan untuk mengukur tingkat saturasi oksigen pada darah periferal (SpO2).

Apa itu obstructive sleep apnea (OSA)?

  • OSA adalah gangguan tidur yang umum, diperkirakan mempengaruhi hingga 38 persen dari populasi orang dewasa secara umum. Gangguan ini umumnya ditandai dengan obstruksi jalan napas atas berulang selama tidur, mengakibatkan desaturasi oksigen, sering terbangun, dan peningkatan aktivitas simpatis.
  • Diperkirakan hingga 50 persen pria dan 25 persen wanita pada populasi paruh baya menghadapi OSA sedang hingga berat.

[1] Samsung Medical Center (SMC) adalah rumah sakit paling terkemuka di Korea. Sejak didirikan, SMC telah mengejar kemajuan medis yang besar di semua bidang termasuk pengobatan, penelitian, pendidikan dan pelayanan medis.

[2] Dari 97 peserta dewasa, 74 orang adalah laki-laki dan 23 orang adalah perempuan.

[3] Peserta diklasifikasikan menjadi empat kelompok sebagai berikut: normal (AHI <5/jam), ringan (5≤ AHI <15/jam), sedang (15≤ AHI <30/jam), dan OSA berat (AHI 30/jam) menurut hasil PSG+.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here