Xiaomi Berencana Untuk Menargetkan Amerika Dalam Pasar Smartphone

0

Xiaomi-Mi4c-3

Kita hidup pada abad ke-20 yang merupakan zaman era digital. Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak di Asean dengan total jumlah penduduk 261,1 juta jiwa. Menurut survey dari We Are Social  sebanyak 51% dari total populasi tersebut adalah pengguna internet. Tingginya penggunaan internet berbanding lurus dengan tingginya kepemilikian ponsel pintar atau Smartphone sebesar 91% dari total populasi. Berdasarkan tingginya angka tersebut menjadikan Indonesia pasar potensial bagi semua industri yang ada. Salah satunya adalah sektor Teknologi. Smartphone merupakan salah satu hasil dari dampak teknologi terhadap kehidupan manusia, yang fungsinya adalah untuk mempermudah sesorang dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Hidup di era digital mendorong kita untuk terus berfikir lebih maju dan ingin mengetahui hal apapun lebih dalam, karna pada era ini peluang untuk sukses bisa didapat dari berbagai macam cara.

Pada segmen Smartphone, tentunya kita tidak asing dengan pabrikan Xiaomi. Pabrikan asal Tiongkok ini sangat sukses berkat produk Smartphonenya, bahkan dibeberapa negara Smartphone Xiaomi ludes terjual dalam hitungan menit dalam setiap penjualan perdana produk terbarunya. Bahkan produk ini sukses menjadi competitor merek-merek ternama pada pasar Smartphone. Di Indonesia, Xiaomi merupakan Smartphone yang digemari oleh masyarakat, pasalnya Xiaomi selalu membandrol produknya dengan harga yang terjangkau , meski dengan harga yang terjangkau Xiaomi menawarkan spesifikasi yang sangat menjanjikan, seperti kapasitas RAM dan storage yang besar, batrai yang awet, kamera yang tajam, dan masih banyak kelebihan yang terdapat pada Smartphone Xiaomi. Meskipun belum lama masuk kedalam pasar Smartphone di Indonesia, Xiaomi telah menuai sukses di industry gadget dan mampu bersaing dengan vendor-vendor yang lain.

miiiiii

Namun tak selamanya Xiaomi menuai sukses, pada tahun 2015 penjualan Xiaomi di negrai asalnya sendiri anjlok dari pada tahun sebelumnya, dikarnakan Xiaomi harus menghadapi pesaingnya seperti Oppo, Vivo, dan Huawei yang cukup sukses dalam pembukuan penjualan di tahun itu. Tak hanya di negara asalnya saja, bahkan di India dan Brazil penjualan Xiaomi tak dapat memenuhi tatget penjualan karna memang ada beberapa kendala seperti terhalang masalah paten. Sadar akan hal itu Xiaomi memilih untuk melakukan ekspansi lagi dan targetnya adalah AS yang notabenenya sangat ketat terkait paten suatu produk, dan dinegara tersebut sudah pasar Smartphone didominasi oleh 2 nama besar pabrikan Smartphone yatu Apple dan Samsung.

Hal ini lah yang menjadikan pertimbangan Xiaomi untuk melakukan ekspansi ke pasar Smartphone AS. AS merupakan pasar besar bagi pengguna perangkat teknologi termasuk Smartphone, jumlah pengguna Smartphone di AS pada tahun 2015 mencapai 190,5 juta pengguna. AS juga termasuk pasar Smartphone terbesar setelah China. Tentunya dengan pasar yang sangat kompetitif ini Xiaomi akan memastikan produknya supaya layak bersaing di pasar global.

Strategi apa yang dipersiapkan Xiaomi untuk memasuki pasar Smartphone AS? Kabarnya belum lama ini Xiaomi mendekati Microsoft Corp untuk melakukan kerja sama terkait lisensi dan hak paten. Hal ini terbukti dari Xiaomi yang membeli hak paten Microsoft sekitar 1500 paten pada Juni lalu. Sebenarnya Xiaomi telah melakukan akuisisi paten Microsoft sejak tahun lalu, ada sekitar 3000 paten yang diajukan. Sehingga pada akhir Agustus lalu beberapa produk Xiaomi seperti Mi 5, Mi Max, Mi 4s, Redmi Note 3, dan Redmi 3 ditarik kembali dan dilakukan pra-install beberapa aplikasi Microsoft seperti Ms.Word, Excel, PowerPoint, Outlook dan Skype.  Dengan demikian Xiaomi  sedang melakukan pembangunan berkelanjutan, kemitraan jangka panjang dengan pemimpin teknologi global. “setiap orang hadir dengan macam-macam inovasi, tahun depan Xiaomi akan hadir dengan beberapa produk yang akan mencuri hati pelanggannya, dan juga unik pastinya”-Mi.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here