Membawa perubahan dalam dunia Pendidikan: Ini 4 Cara Kahoot! Meningkatkan Pembelajaran Siswa

Futureloka

Loading

Di era digital yang berkembang sangat pesat, cara kita mengajar dan belajar mengalami perubahan yang luar biasa. Kahoot! sebagai platform pembelajaran dan keterlibatan terdepan, hadir untuk mengubah metode pendidikan tradisional menjadi lebih menarik bagi para guru dan siswa. Apakah kalian tahu? Di balik keseruannya, Kahoot! juga terbukti mampu meningkatkan kinerja tes siswa. Sebuah meta-analisis komprehensif dari WiKIT menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot! secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Berdasarkan analisis dari 16 penelitian yang melibatkan 2,070 peserta, Kahoot! terbukti memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pembelajaran siswa. WiKIT pun menggarisbawahi Kahoot! sebagai alat pembelajaran yang kuat untuk berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Untuk mengetahui lebih lanjut dampaknya, mari kita simak beberapa manfaat menggunakan Kahoot! saat belajar:

  1. Membangun Motivasi Siswa di Kelas

Apakah Anda pernah mengalami kesulitan mengajar siswa yang bosan di kelas? Jika iya, Anda bisa coba menggunakan fitur-fitur Kahoot! untuk membuat belajar di kelas menjadi lebih dinamis dan menarik lho!. Melalui sistem poin dan papan peringkat, Kahoot! bisa memotivasi siswa untuk bersaing dan menjadi pemenang. Selain itu, belajar menggunakan Kahoot! bisa memberikan, rasa fulfillment dan meningkatkan semangat mereka untuk belajar.

  1. Mendorong Keterlibatan Siswa

Saat para siswa termotivasi, kelas pun akan menjadi semakin ramai dan seru. Format Kahoot! yang interaktif dapat mendorong siswa untuk saling menyemangati atau memperdebatkan jawaban sehingga meningkatkan keterlibatan siswa, terutama dalam ice breaking atau saat membuka diskusi. Selain itu, laporan secara real-time yang disediakan Kahoot! dapat memperlihatkan sejauh mana pemahaman siswa sehingga membantu tenaga pendidik dalam menyempurnakan materi pembelajaran.

  1. Melatih Kolaborasi Tim

Kahoot! tidak hanya membuat belajar menjadi menyenangkan, tetapi juga mendorong kolaborasi yang efektif dalam tim. Platform ini menawarkan berbagai mode yang lebih dari sekedar kompetisi antar individu. Selain berkompetisi, siswa juga dapat bekerja sama dalam tim untuk menjawab pertanyaan dan menyelesaikan tantangan. Hal ini dapat melatih keterampilan komunikasi dan problem-solving siswa, dan menjadi fondasi kerja sama yang efektif untuk mencapai tujuan bersama.

  1. Meningkatkan Kesenangan dalam Pembelajaran

Komponen-komponen gamifikasi dan interaktif dari Kahoot! Membuat belajar menjadi sangat menyenangkan. Selain membuat belajar menjadi menarik, fitur-fitur di Kahoot! juga secara signifikan dapat meningkatkan kesenangan siswa melalui kuis real-time yang membuat tes atau ujian menjadi terasa seperti permainan yang menyenangkan. Lebih dari itu, Kahoot! menyediakan banyak konten berkualitas tinggi yang dibuat oleh Pendidik Terverifikasi dan Kahoot! Brand Ambassador. Konten siap pakai tersebut dapat membantu guru menghemat waktu dalam persiapan mengajar serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa.

“Melalui pembelajaran berbasis permainan, kami telah melihat secara langsung bagaimana motivasi, keterlibatan, serta pembelajaran kolaboratif berkembang pada dasarnya meningkatkan pengalaman pendidikan. Manfaat positif dari Kahoot! menggarisbawahi komitmen kami untuk membuat belajar tidak hanya efektif, tapi juga menyenangkan.” kata Eilert Hanoa, CEO Kahoot!

Dengan bantuan teknologi dan aplikasi pembelajaran berbasis game, belajar di kelas dapat diubah menjadi hal yang menyenangkan dan efektif. Platform belajar berbasis game menawarkan cara yang menyenangkan, interaktif, dan efektif untuk membantu siswa belajar, dan ini dapat membantu mengatasi masalah belajar di dalam kelas. Transformasi belajar yang sangat menarik ini akan memberikan pengaruh ke sistem pembelajaran di Indonesia yang memegang posisi sebagai sistem pendidikan terbesar ke-4 di dunia, dengan lebih dari 50 juta siswa, 4 juta guru, dan 300.000 sekolah di seluruh Indonesia.