S2P Gelar Program Peningkatan Kompetensi Perangkat Desa

Futureloka

Loading

Mengelola sebuah desa di dunia nyata memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi dibandingkan menata kota dalam gim simulasi strategi sekelas Cities: Skylines atau Civilization. Jika dalam gim kamu bisa menekan tombol jeda untuk mengatur ulang tata kota, di dunia nyata, pemerintahan desa dihadapkan pada tantangan waktu nyata yang terus berjalan. Administrasi yang padat, tuntutan layanan publik yang serba cepat, hingga penyusunan kebijakan yang harus akuntabel menjadi misi harian yang harus diselesaikan. Tanpa adanya database yang kuat, setiap keputusan pembangunan bisa meleset dari sasaran, mirip dengan pemain yang asal menghabiskan resource tanpa melihat skill tree karakter mereka.

Menyadari betapa pentingnya pembaruan skill bagi para administrator desa ini, PT Sumber Segara Primadaya (S2P) – PLTU Cilacap menggelar sebuah inisiatif menarik bertajuk Program Pelatihan dan Studi Banding Perangkat Desa. Acara ini seolah menjadi ajang bootcamp bagi para perangkat desa dari wilayah Menganti, Karangkandri, dan Slarang untuk melakukan level up kompetensi mereka. Lokasi yang dipilih sebagai pusat pelatihan adalah Desa Sijenggung, sebuah desa yang bisa dibilang telah mencapai status pro player dalam hal tata kelola data berkat penerapan Program Desa Cinta Statistik atau biasa disebut Desa Cantik.

Dalam sesi pelatihan ini, para peserta tidak hanya duduk diam mendengarkan teori. Mereka diajak langsung menyelami mekanik penggunaan web data desa. Ini adalah sistem digital yang berfungsi layaknya antarmuka utama atau HUD dalam permainan, di mana segala informasi vital tersaji. Melalui Focus Group Discussion (FGD) dan studi banding, mereka membedah bagaimana Desa Sijenggung sukses mengintegrasikan data kependudukan, potensi ekonomi, hingga data kelompok rentan ke dalam satu sistem yang terpadu. Keakuratan data ini menjadi kunci utama dalam menyusun strategi pembangunan, mirip dengan bagaimana data statistik karakter menentukan kemenangan dalam game RPG.

Salah satu poin penting yang menjadi sorotan adalah integrasi data dengan indikator Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Zam Zam Nurjaman, selaku Manager LK3 & CSR PT S2P, menegaskan bahwa pengelolaan data yang baik adalah fondasi atau base utama bagi pembangunan yang berkelanjutan. Tanpa data yang valid, alokasi anggaran desa ibarat melakukan gacha tanpa jaminan dapat item bagus; sangat berisiko dan seringkali tidak efektif. Oleh karena itu, S2P berkomitmen untuk terus mendampingi desa-desa binaan agar mampu merencanakan pembangunan berbasis data yang akurat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh NPC alias warga desa.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi outbound yang seru untuk membangun chemistry antar perangkat desa. Ini mengingatkan kita pada pentingnya kerja sama tim dalam gim multiplayer, di mana kekompakan skuad adalah segalanya. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para perangkat desa dapat kembali ke wilayah masing-masing dengan membawa meta baru dalam pemerintahan, yakni tata kelola yang transparan, efisien, dan berbasis data yang solid demi kemajuan bersama.